Bagaimana Islam Seharusnya Dimaknai

Foto : PROFIL : Bima Satria Hutama. (Foto: PC PMII Surabaya/Pribadi).

Oleh : Bima Satria Hutama, S.Hum.


OPINI, SLOW80S - Secara historis, Islam adalah agama ilahi yang disebarkan melalui Nabi Muhammad pada abad ke-7 Masehi. Maka sebagai sebuah pesan ilahi diperlukan suatu perangkat agar manusia dapat menerjemahkan dan memahami pesan-pesan dan ajaran tersebut. Untuk menerjemahkan pesan-pesan ilahi tersebut, Islam menggunakan bahasa-bahasa manusia agar dapat dimengerti. Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa "perantara" antara pesan-pesan ilahi dan realitas kehidupan manusia yang ada di dunia. Sehingga jelaslah anggapan bahwa Islam diperuntukkan bagi manusia agar mampu menangkap pesan-pesan ilahi yang tertuang dalam kitab suci Al-Qur.'an. Tentu dalam proses pembacaan atas ajaran-ajaran Islam yang bukan hanya terkandung didalam Al-Qur.'an dan sunah Nabi Muhammad saja terdapat sebuah perbedaan-perbedaan dan berbagai macam penafsiran serta pemikiran.


Dalam hemat saya, Islam adalah sebuah ajaran yang "membebaskan" manusia dari ketertinggalan. Sebab secara inti ajaran, Islam menghendaki umatnya untuk bergerak ke arah kemajuan dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada dalam dirinya. Sebagai sebuah contoh untuk memerangi kemiskinan, Islam menyuruh kita untuk senantiasa berusaha dan tidak boleh berpangku tangan kepada siapa pun. Cara Islam melawan kemiskinan salah-satunya dengan menggunakan metode zakat. Ada beberapa kriteria orang yang berhak menerima zakat dan semuanya merupakan orang-orang yang secara ekonomi dapat dikategorikan tidak mampu atau kalangan mustadhafin.


Selain itu dalam tataran kehidupan bermasyarakat dengan banyak kalangan, ajaran Islam syarat dengan toleransi beragama. Atau dalam pengertian lain bahwa toleransi merupakan suatu bagian yang integral dari Islam itu sendiri. Konsekuensi dari prinsip ini adalah lahirnya spirit takwa dalam beragama dan saleh secara sosial. Dalam tataran perkembangan intelektual, peradaban Islam telah melahirkan banyak sekali cendekiawan. Islam juga memberikan posisi yang mulia kepada perempuan baik dalam wilayah domestik maupun publik. Dalam sejarah panjang Islam, banyak perempuan-perempuan yang memegang peranan penting dalam masyarakat. Maka jika ada kalangan yang menafsirkan Islam sebagai suatu ajaran yang statis dan tertutup dari dunia luar, maka saya kira penafsiran seperti itu kurang dapat dibenarkan. Idealnya islam harus ditempatkan sebagai suatu ajaran yang membuat umatnya menjadi kalangan yang mampu berjalan beriringan dengan kemajuan jaman dan menebar kebaikan di mana pun mereka berada.